"The Gentlemen: Jualan Ganja Tidak Sebercanda itu."

MOVIE RATE :  ⭐⭐⭐⭐

Setelah kematian mendadak ayah mereka, Edward 'Eddie' Horniman mendapati dirinya sebagai pewaris tanah dan gelar kehormatan keluarga, menggantikan posisi yang seharusnya diwarisi oleh kakaknya, Freddy. Namun, kekayaan yang terbuka untuknya tidak berarti kehidupan yang nyaman. Terungkap bahwa Freddy telah berhutang kepada pihak-pihak berbahaya, dan Eddie dipaksa untuk berurusan dengan urusan tersebut.

Dalam upaya untuk membayar hutang kakaknya, Eddie mengetahui bahwa tanah keluarganya digunakan sebagai tempat berkembangnya bisnis ganja oleh Susie Glass, seorang wanita yang punya peran besar dalam urusan tersebut. Eddie kemudian terjebak dalam dunia gangster dan intrik-intrik orang kaya yang memiliki agenda tersembunyi, membuka jalan ke dalam masa depan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

REVIEW :

The Gentlemen, hadir dalam format serial, membawa atmosfir yang sama serunya dengan versi filmnya. Jika Anda berpikir harus menonton filmnya terlebih dahulu untuk menikmati serial ini, berpikirlah ulang. Meskipun serial ini diadaptasi dari karya Guy Ritchie yang dirilis pada tahun 2019, kedua entitas ini seperti dua dunia yang berbeda dengan sedikit kesamaan premis.

Jangan pernah berharap melihat Matthew McConaughey atau Henry Golding muncul di antara karakter-karakter serial ini. Namun, esensi dari Guy Ritchie yang kental terasa di setiap episode. Dari karakter yang dramatis, penyuntingan yang penuh gaya, hingga soundtrack yang menggugah, semuanya ada dalam 8 episode yang memikat ini.

Di serial ini, jangan bayangkan karakter-karakternya seperti tokoh-tokoh kasar di jalanan. Ritchie membawa Anda ke dunia di mana orang-orang tampan dan cantik mengatur peredaran ganja. Anda pernah membayangkan bandar narkoba mengenakan sepatu Louboutin?

ur, serial ini memiliki cerita besar yang berkisar pada seorang miliarder Amerika bernama Stanley Johnston yang tertarik dengan aset keluarga Horniman. Namun, meskipun memiliki latar belakang yang kohesif, setiap episode serial ini dapat dinikmati secara independen. Seperti mengikuti misteri mingguan; penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana Eddie menangani masalah baru setiap kali.

Keasyikan terbesar dari serial ini adalah ketika karakter yang belum berpengalaman berkolaborasi dengan yang sudah ahli dalam bisnis narkoba. Meskipun karakter-karakternya masih terasa agak satu dimensi, namun mereka memiliki daya tarik tersendiri dan potensi untuk dieksplorasi lebih dalam (terutama jika serial ini mendapat musim kedua).




Karakter Eddie dan Susie membentuk duet yang harmonis. Namun, karakter Freddy yang menyebalkan tetapi tak terelakkan, memberikan warna tersendiri pada cerita. Tanpanya, The Gentlemen akan kehilangan sebagian dari pesonanya.

Ketika The Gentlemen mulai memperlihatkan sisi gelapnya dengan memunculkan karakter-karakter yang aneh (seperti Mercy yang diperankan oleh Martha Millan yang memiliki masalah kejiwaan), itulah saat serial ini menjadi benar-benar menarik. Ketika rasa curiga antarkarakter mulai muncul, keseruan semakin terasa.

Daya tarik dari The Gentlemen versi serial adalah melihat bagaimana setiap karakter saling menjatuhkan demi mendapatkan keuntungan. Dan yang membuatnya semakin menarik, nuansa 'ngobrol santai' yang menjadi ciri khas versi filmnya tetap terasa dalam serial ini. Satu-satunya kekurangan adalah kurangnya adegan romantis dan seksual, menjadikan The Gentlemen sebagai hiburan sempurna saat menunggu waktu berbuka puasa.

Untuk kalian  yang ingin merasakan pengalaman menonton serial ini, "The Gentlemen" dapat dinikmati melalui layanan OTT NETFLIX atau bisa juga  melalui tautan yang tersedia di bawah ini.


https://tv.idlixofficial.co/tvseries/the-gentlemen-2024/

Posting Komentar

0 Komentar