RATING ⭐⭐⭐
Netflix kembali menjadi panggung bagi adaptasi manga terkenal, kali ini dengan film terbaru "City Hunter". Sebagai penggemar berat manga karya Tsukasa Hojo yang berjudul sama, saya memiliki ekspektasi tinggi, terutama karena saya dulu salah satu pembaca komiknya dan juga pernah melihat /menonton sejumlah adaptasi film city hunter terdahulu yang tidak sepenuhnya memuaskan dalam merefleksikan karakter dan nuansa asli komik.
Film yang rilis di Netflix ini, sejauh yang saya ingat, merupakan adaptasi keempat dari komik tersebut. Dua film sebelumnya, yang diproduksi di Perancis dan Hong Kong, mengambil inspirasi dari komik tersebut namun dengan pendekatan yang tidak langsung. Oya satu lagi, yang lebih dikenal, merupakan hasil produksi dari Hong Kong dan menampilkan Jackie Chan sebagai pemeran utama.
Film Jackie Chan tersebut, meskipun menghadirkan elemen komedi yang menghibur, tidak sepenuhnya mencerminkan kepribadian Ryo Saeba seperti yang digambarkan dalam komik. Maka dari itu, pertanyaan yang muncul adalah, mampukah film City Hunter 2024 ini menangkap esensi karakter Ryo Saeba dengan lebih baik?
Sinopsis
"City Hunter" 2024 mengisahkan petualangan Ryo Saeba, seorang detektif swasta yang pintar dan perayu cabul, yang berpartner dengan Kaori Makimura dalam mengejar kelompok misterius pembunuh Hideyuki Makimura, kakak Kaori sekaligus rekan Ryo.
Kaori dengan gigih mendesak Ryo untuk mengejar pembunuh kakaknya. Sementara itu, Ryo menunjukkan sikap yang kurang bersemangat dalam usahanya mengungkap misteri kematian rekannya tersebut, sebab ia berusaha melindungi Kaori dari risiko yang mungkin timbul. Ternyata, ketakutannya itu bukan tanpa alasan; proses penyelidikan yang mereka jalani kemudian menuntun mereka ke dalam jaringan organisasi kriminal yang besar dan kejam, serta membuka tabir kebenaran yang menyedihkan.
Ulasan
Ryohei Suzuki memerankan Ryo Saeba dengan nuansa yang sangat dekat dengan komik. Dibandingkan dengan versi Jackie Chan yang lebih komedi slapstick, Suzuki berhasil membawa Ryo Saeba yang memiliki keseimbangan antara humor dan serius. Penggambarannya tentang Ryo sebagai penembak jitu dan petarung handal tercermin baik dalam adegan aksi. Misato Morita sebagai Kaori Makimura menampilkan keseimbangan antara kekuatan dan kerapuhan, mampu menyentuh sisi emosional namun tetap memberikan humor yang efektif.
Film ini mengambil langkah berani dengan tetap mempertahankan elemen ecchi yang merupakan salah satu ciri khas manga, meskipun ini bisa jadi titik polarisasi bagi penonton yang tidak familiar dengan sumber aslinya. Sementara itu, alur ceritanya mengalir dengan cukup baik, meskipun ada beberapa kejanggalan dalam plot, seperti keputusan Union Teope yang terburu-buru membunuh ilmuwan penting sebelum proyek mereka selesai. Ini menciptakan pertanyaan yang belum terjawab dan mungkin membingungkan bagi penonton tanpa latar belakang manga.
Ciri khas Ryo Saeba bukan sekedar tingkahnya yang genit dan porno saja. Ia juga terkenal sebagai penembak jitu dan jago bertarung. Koreografi pertarungan dan tembak-menembak dirancang dengan kreatif, menggabungkan estetika manga dengan aksi sinematik yang menarik. Adegan dimana Ryo berulang kali menembak kaca anti peluru adalah contoh bagaimana film ini berhasil menangkap kelebihan komik dalam bentuk live-action.
Dari sisi visual, film ini berhasil mereplikasi Tokyo yang neon dan stylish seperti yang digambarkan dalam manga. Setiap lokasi terasa hidup dan penuh dengan detail, yang menambah imersi dalam narasi. Kostum dan rekuisit juga layak mendapatkan pujian, memperkuat karakterisasi tanpa perlu dialog yang berlebihan.
Kesimpulan
"City Hunter" versi 2024 mungkin bukan adaptasi sempurna—jika memang ada hal seperti itu—namun, ini adalah usaha yang patut diapresiasi dan mungkin salah satu yang terdekat dengan menghormati roh asli manga. Saya bisa mengatakan bahwa saya cukup terkesan dengan versi terbaru film City Hunter ini. Secara keseluruhan, adaptasi narasi dan visualnya terbilang lebih setia pada komik aslinya, dan para aktor telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam memerankan karakter-karakternya.
Mungkin, jika film ini meraih sukses yang signifikan, akan dibuatkan beberapa sekuel sebagaimana yang terjadi dengan adaptasi live action manga lainnya seperti Rurouni Kenshin dan One Piece. Tentunya, kelanjutan dari seri City Hunter ini sangat bergantung pada penerimaan dan kesuksesan yang diraih oleh film ini.
Saya pribadi berharap ada kelanjutan dari film ini. Bagaimana dengan kalian? Apakah berharap hal yang sama?





0 Komentar